Rabu, 14 Desember 2011

Jejak Kaki Negeri

gambar dari gugling
di sini
di tanah ini
jejak kami terlahir

di sini
di tanah ini
jejak leluhur kami pernah hadir

kini
dari tanah ini
jejak kami terusir
rumah kami tinggalah debu dan pasir

sanak saudara
tinggalah nama di pusara
mati sia-sia diterjang bara
membela yang katanya
hak warga negara



kamilah warga negara
namun nyata negara bukan pembela warga

keadilan terpenjara rupiah
tak lagi kuasa membela yang lemah

cinta ini semakin tergerus
harap pun semakin pupus

dengan sisa asa yang ada
ijinkanlah kami bicara

kepada anda pemimpin negeri
pimpinlah negeri dengan hati
tidak melulu tergiur materi
akan jadi apa bangsa ini
saat kami yang jelata ini
tak mampu lagi percayai
bahwa diri ini
tak kan jadi budak di negeri sendiri


kini
di sini
tak lagi tanah kami
tak dapat kami menjejak lagi
kami simpan asa ini
semoga pemimpin negeri
terbuka hati
untuk peduli nasib kami
nasib kaki-kaki tanpa negeri

--dipersembahkan buat 30 petani lampung korban pembantaian centeng PT. S***A I*****I dan rakyat tergusur lainnya--

9 komentar:

  1. Huuu, terharu, tergugu...
    Karena makin banyaknya kaki-kaki tampa negeri
    Yang makin tak dipedulu...

    BalasHapus
  2. iya umi...lagi sedih denger-denger berita penggusuran di tipi, petani sama pengusaha (pengusaha malaysia pula), penduduk sama pengembang, dan pemerintah lebih berpihak sama yang punya duit....indahnya liberalisme kapitalisme ini

    BalasHapus
  3. Ga pernah denger berita gatau centeng itu apa T.T

    BalasHapus
  4. hiks...kapitalisme yg sangat kejam. demi uang...

    BalasHapus
  5. sungguh miris nasib anak negeri ini ya mba.... tak guna memilih si A atau si B, tetap aja ujung2nya yang berduit lah yang akan dibela.

    btw, sungguh indah puisimu mba, terwakili sudah semua duka... keren.

    BalasHapus
  6. begitulah kehidupan di negara ini. ygkaya mah tetep aja kaya..yg miskin gak maju2 juga

    BalasHapus
  7. @untje: itu berita pembunuhan sadis petani lampung, centeng itu bodyguard kalo bahasa gaulnya hehe
    @pu: that's capitalism, no money nodong pu
    @mba ika: iya miris banget y mba, makin males aja nyoblos, rasanya ga guna, semua sama saja
    @mba fany: like they always say, u need money to make money, jd yg kaya tmbh kaya yg miskin cm jd kapital org kaya #semoga salah ;(

    BalasHapus
  8. makasih dah mampir ya dai ^^

    BalasHapus